Thursday, April 20, 2023

Beternak Sapi dengan Asupan Pakan dan Gizi yang Seimbang

Secara ekonomis, budidaya ternak sapi merupakan salah satu usha tani yang sangat menguntungkan jika dikelola dengan baik. Budidaya sapi, khususnya model penggemukan alias sapi potong, merupakan kegiatan produktif yang sangat prospektif, karena kebutuhan akan daging terus mengalami peningkatan, bahkan untuk kebutuhan dalam negeri pun, terkadang masih harus dibantu dengan impor. Artinya peluang pasar bagi daging, terutama sapi masih sangat terbuka lebar, karena tingkat konsumsi masyarakat tergolong tinggi, belum lagi untuk kebutuhan daging olahan.

Salah satu kunci keberhasilan pengembangan ternak sapi adalah ketersediaan dan pola pemberian pakan yang meperhatikan keseimbangan kebutuhan gizi ternak tersebut. Pakan ternak merupakan faktor sangat penting dalam kegiatan budidaya di sektor peternakan. Oleh karena itu, pemilihan pakan ternak secara tepat sangat menentukan keberhasilan usaha ternak tersebut. Kebutuhan pakan dari masing-masing jenis ternak tentu saja berbeda-beda, tergantung jenis, umur dan berat badan dari ternak tersebut. Namun secara umum, semua ternak membutuhkan pakan dan nutrisi berimbang agar pertumbuhan dan perkembanganya dapat optimal. Karena kebutuhan nutrisi ternak tidak bisa terpenuhi dengan pemberian satu jenis pakan saja, maka veraiasi atau keragaman jenis pakan juga harus diperhatikan dalam pemberian pakan ternak.

Pakan Berimbang pada Ternak Sapi

Demikian halnya dengan usaha ternak sapi, pemberian pakan ternak berkualitas sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan usaha ternak sapi tersebut. Sekalipun bibit sapi berasal dari bibit unggul serta memiliki sifat genetis unggul, tetapi jika tidak diimbangi dengan pemberian pakan berkualitas maupun secara tepat, maka berbagai kelebihannya tidak akan memberikan nilai tambah secara signifikan. Pemberian pakan ternak secara tepat dan berkualitas dapat meningkatkan potensi keunggulan genetis sapi peliharaan sehingga dapat meningkatkan hasil produksi ternak sesuai target.

Pemberian pakan ternak sapi secara tepat dan berkualitas ini harus dilakukan secara konsisten. Jika tidak, maka akan mengakibatkan pertumbuhan sapi terganggu. Hal ini sering terjadi terutama di negara-negara tropis, seperti Indonesia, di mana umumnya pakan ternak sapi yang diberikan saat musim kemarau memiliki kualitas lebih rendah dibanding dengan pakan ternak sapi yang diberikan saat musim hujan. Dengan demikian, pertumbuhan sapi peliharaan akan mengalami kurva naik turun, Yaiu saat musim kemarau pertumbuhan ternak akan mengalami penurunan, sementara pada musim hujan pertumbuhan ternak akan meningkat dengan cepat, karena pakan ternak yang diberikan memenuhi persyaratan kebutuhan sapi.

Ketika musim kemarau, biasanya terjadi penurunan energi, mineral, maupun protein yang terkandung dalam pakan hijauan. Hal ini terjadi sebagai akibat tanaman hijauan selama pertumbuhannya mengalami kekurangan air. Lebih lanjut, saat musim ini seringkali terjadi kekurangan volume pemberian pakan ternak akibat kelangkaan bahan pakan berupa pakan hijauan. Sehingga pemberian pakan ternak sapi di musim kemarau seringkali tidak memenuhi syarat pemenuhan kebutuhan sapi, bahkan kualitas pakannya pun rendah. Kondisi seperti ini mengakibatkan pertumbuhan ternak sapi menjadi terhambat. Pada sapi dewasa akan mengalami penurunan berat badan secara signifikan dan prosentase karkasnya pun rendah. Selain itu, perkembangbiakan ternak sapi juga akan mengalami penurunan secara nyata pula karena terjadinya penurunan fertilitas (angka kelahiran sapi).

Oleh karena itu, selama musim kemarau, peternak sapi harus tetap memberikan pakan ternak berkualitas, serta memenuhi syarat bagi pertumbuhan sapi. Pakan ternak sesuai syarat dan berkualitas adalah pakan ternak yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan air. Pakan ternak tersebut bisa disediakan dalam bentuk hijauan maupun konsentrat.

Kebutuhan Zat Makanan Dalam Pakan Ternak Sapi

Sama halnya dengan manusia dan makhluk hidup lainnya, ternak sapi juga membutuhkan asupan nutrisi berimbang yang memenuhi standar kecukupan, kebersihan dan kesehatan ternak. Pemberian pakan hanya dengan satu jenis pakan misalnya rumput atau hijauan makanan ternak tidak mencukupi kebutuhan nutrisi bagi ternak sampi. Aada beberapa kandungan zat makanan yang dibutuhkan oleh ternak sapi supaya pertumbuhannya bisa optimal.

1. Protein

Pakan ternak berkualitas harus mengandung protein dalam jumlah cukup karena protein memiliki peran sangat penting untuk pertumbuhan maupun perkembangan ternak sapi. Berikut ini dijelaskan secara singkat mengenai peran dan fungsi protein pada ternak sapi.

Protein berfungsi memperbaiki dan menggantikan sel tubuh rusak, terutama untuk sapi tua atau lanjut usia.
Protein berperan untuk membantu pertumbuhan atau pembentukan sel-sel tubuh, terutama untuk pedet maupun sapi muda.
Protein berperan dalam mendukung keperluan berproduksi, terutama untuk sapi-sapi dewasa produktif.
Protein akan diubah menjadi energi, terutama untuk sapi-sapi pekerja.
Sapi muda fase pertumbuhan membutuhkan asupan protein lebih tinggi daripada sapi-sapi dewasa. Protein merupakan zat yang tidak bisa dibentuk atau diproduksi dalam tubuh, sehingga untuk mencukupi kebutuhan protein, binatang ternak harus mendapatkan suplai protein dari makanan. Oleh karena itu, pemberian pakan ternak harus memiliki kandungan protein dalam jumlah cukup bagi petumbuhan dan perkembangan sapi.

Untuk memenuhi kebutuhan protein, peternak atau pembudidaya sapi harus menyertakan protein tersebut saat memberiakn pakan. Beberapa sumber protein untuk membantu menopang pertumbuhan dan perkembangan ternak sapi diantaranya adalah:

Pakan hijauan, terutama memanfaatkan tumbuhan berasal dari famili leguminosae atau kacang-kacangan, seperti Centrosema pubescens (petai air/kayu air), daun turi, lamtoro, daun kacang tanah, daun kacang panjang, daun kedelai, dll.
Makanan tambahan, terutama berfungsi sebagai makanan penguat, seperti bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, katul, ampas tahu, tepung ikan, tepung tulang, tepung cangkang Kopi dll.
Perlu diketahui bahwa, pemenuhan kebutuhan protein berasal dari protein hewani memiliki kualitas lebih unggul dibanding dengan pemberian protein berasal dari protein nabati. Protein hewani mengandung asam amino esensial serta nilai gizi lebih kompleks. Bahan makanan yang memiliki kandungan protein bermutu tinggi adalah bahan makanan berkandungan protein mendekati susunan protein tubuh, misalnya protein hewani. Kelebihan lain dari protein hewani ialah protein tersebut lebih mudah diproses menjadi jaringan tubuh dengan resiko kerugian lebih kecil dibandingkan dengan protein nabati.

Kebutuhan protein pada hewan ternak ruminansia, seperti sapi, tidak begitu memerlukan kualitas protein bermutu tinggi karena di dalam rumen maupun usus banyak terjadi aktifitas penguraian oleh mikroorganisme yang terkandung didalamnya. Perlu diperhatikan dalam hal ini adalah untuk membangun kembali protein yang telah terurai, maka dibutuhkan protein berkandungan asam amino lengkap. Oleh karena itu, jika sapi peliharaan terpaksa hanya diberi pakan jerami, maka untuk memenuhi kebutuhan zat-zat makan yang tidak terkandung pada jerami tersebut harus diberikan melalui pakan tambahan berkandunganprotein, lemak, dan karbohidrat tinggi. Selain itu, pakan ternak berupa jerami mengandung banyak serat kasar yang tidak mudah dicerna serta hanya sedikit sekali mengandung protein, lemak, dan karbohidrat.

2. Lemak

Lemak memiliki peranan penting bagi baik bagi pertumbuhan maupun perkembangan sapi, sebab lemak dapat berfungsi sebagai cadangan sumber energi bagi ternak peliharaan. Berikut ini akan diuraikan secara singkat beberapa fungsi lemak bagi pertumbuhan dan perkembangan sapi:

Lemak berfungsi sebagai sumber energi atau tenaga.
Lemak berfungsi sebagai pembawa vitamin A, D, E, dan K. Vitamin-vitamin tersebut merupakan jenis vitamin larut dalam lemak.
Lemak yang berasal dari bahan makanan dapat disimpan dalam jaringan sel-sel tubuh dalam bentuk lemak cadangan. Namun, jika dibutuhkan, lemak juga dapat diubah menjadi pati dan gula yang digunakan sebagai sumber energi. Tubuh ternak akan membentuk lemak dari karbohidrat maupun lemak makan yang belum digunakan. Setiap kelebihan lemak akan disimpan sebagai lemak cadangan terutama di bawah kulit. Berbeda dengan domba, domba meyimpan kelebihan lemak terutama pada ekornya, sapi memiliki tempat khusus untuk menyimpan kelebihan lemak ini terutama pada punuknya (terletak di belakang leher). Di samping itu kelebihan lemak juga dapat disimpan di sekitar buah pinggang, selaput penggantung usus maupun di antara otot-otot.

Pada dasarnya, tubuh binatang tersusun atas tiga jaringan utama, yaitu tulang, otot, dan lemak. Lemak merupakan jaringan tubuh yang dibentuk paling akhir. Pada sapi peliharaan sebagai sapi potong, biasanya jaringan lemak tersebut akan menyelubungi serabut-serabut otot, sehingga otot dan daging sapi akan terasa lebih lembut. Lemak pada tubuh binatang memiliki sifat berbeda-beda, tergantung pada jenis binatang bersangkutan, kualitas nutrisi yang dikonsumsi, umur, aktivitas, serta kesehatan. Sapi yang dimanfaatkan sebagai pekerja memiliki daging lebih liat dibanding dengan sapi potong, apalagi jika mutu makan yang dikonsumsinya hanya mengandung sedikit mengandung lemak. Dalam pemberian ransum pakan ternak sapi, bahan yang banyak mengandung sumber lemak, antara lain bungkil kacang tanah, bungkil kelapa serta bungkil kacang kedelai.

3. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan salah satu zat makanan yang merupakan sumber utama energi bagi ternak, Beberapa fungsi karbohidrat antara lain:

Karbohidrat sebagai sumber utama tenaga atau energi.
Karbohidrat berfungsi sebagai komponen pembentukan lemak tubuh.
Setelah dicerna, karbohidrat pada bahan makanan diserap oleh darah dalam bentuk glukosa. Karbihidrat ini langsung dioksidasi untuk menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan lemak dalam tubuh. Komponen yang termasuk karbohidrat antara lain serat kasar, yaitu bahan makanan berkandungan gula dan pati tinggi. Jagung merupakan salah satu bahan makanan sumber karbohidrat tinggi. Kebutuhan karbohidrat pada ternak sapi juga bisa dipenuhi dari hijauan, sehingga dalam pemenuhan kebutuhan akan karbohidrat, ternak peliharaan bisa mendapatkannya dengan mudah.

Sumber karbohidrat pada pakan ternak bisa diperoleh dari berbagai jenis rumput, batang jagung, jerami, daun tebu, dan hijauan makanan ternak lainnya.

4. Mineral

Beberapa fungsi mineral pada sapi antara lain:

Mineral berperan untuk pembentukan jaringan tulang dan urat.
Mineral berperan untuk membantu keperluan berproduksi.
Mineral berperan untuk membantu proses pencernaan serta penyerapan zat-zat makanan.
Mineral yang diberikan melalui pakan berperan untuk menggantikan mineral tubuh yang hilang, dan memelihara kesehatan.
Sekalipun tidak dibutuhkan dalam jumlah besar, tetapi mineral memiliki peran sangat penting terutama bagi kelangsungan hidup ternak sapi. Mineral terdapat pada tulang maupun jaringan tubuh. Hewan ternak muda fase pertumbuhan sangat membutuhkan mineral. Demikian juga untuk pertumbuhan janin, keberadaan mineral merupakan suatu keharusan.

Unsur mineral pada umumnya banyak terdapat pada pakan ternak sapi yang diberikan. Adapun unsur mineral yang sering dibutuhkan oleh ternak antara lain natrium, khlor, kalsium, phosphor, sulfur, magnesium, kalium, seng, selenium, serta tembaga. Diantara unsur-unsur tersebut, kadang-kadang binatang ternak membutuhkan unsur mineral tertentu dalam jumlah lebih banyak dibanding unsur mineral lain. Unsur mineral yang sering dibutuhkan dalam jumlah lebih banyak diantaranya adalah natrium klorida, kalsium, dan phosphor.

Pakan ternak berasal dari tanaman padi-padian biasanya banyak mengandung unsur phosphor, sementara unsur kalsium biasanya banyak terdapat pada pakan ternak berbentuk kasar. Sapi kekurangan unsur mineral biasanya menunjukkan perilaku sering makan tanah. Kekurangan unsur mineral berpotensi mengakibatkan penurunan fertilitas serta penyakit tulang. Pemberian pakan ternak sapi dapat berasal dari pakan hijauan maupun pemberian feed supplement-mineral.

Mineral untuk kebutuhan ternak juga bisa diperoleh dengan pemberian air minum yang dicampur dengan garam, atau dengan memberikan Mineral Blok buatan.

5. Vitamin

Kesehatan dan kelangsungan hidup ternak bahkan pada kebanyakan mahluk hidup tidak lepas dari keberadaan vitamin di dalam tubuh. Beberapa fungsi vitamin pada ternak antara lain:

Vitamin berperan untuk mempertahankan serta meningkatkan kekuatan tubuh.
Vitamin berperan untuk meningkatkan kesehatan ternak terutama saat berproduksi.
Bahan-bahan pakan ternak berasal dari hijauan biasanya mengandung banyak vitamin, sehingga pemenuhan kebutuhan vitamin pada ternak peliharaan tidak terlalu mengalami kesulitan. Disamping itu, kebanyakan vitamin dapat dibentuk dalam usus binatang pemamah biak, terutama vitamin B kompleks. Kandungan vitamin pada pakan ternak dari hijauan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti: tanah, iklim, waktu pemotongan serta penyimpanan. Vitamin A dan E banyak terdapat pada tanaman hijauan maupun padi-padian. Hal yang perlu diperhatikan oleh peternak atau pembudidaya sapi tidak boleh menyepelekan pemenuhan kebutuhan vitamin pada sapi peliharaan, terutama ketika musim kemarau, dimana bahan-bahan pakan hijauan biasanya mengalami kekurangan kadar vitamin A. Oleh karena itu, saat musim kemarau perlu ditambahkan vitamin A dalam ransum pakan ternak sapi.

Kelebihan vitamin A dapat disimpan di dalam hati. Sapi memiliki kemampuan menyimpan vitamin A selama enam bulan, sementara itu kambing hanya memiliki kemampuan menyimpan vitamin A selama tiga bulan. Sumber vitamin A bisa diperoleh dari bahan pakan ternak berupa hijauan, terutama terdapat pada bagian pucuk tanaman. Bagian pucuk tanaman biasanya mengandung karotin tinggi, dimana karotin tersebut akan diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh hewan.

Proses pembentukan vitamin dalam tubuh binatang:

Vitamin A dapat dibentuk dari karotin yang banyak terdapat pada ransum pakan hijauan makanan ternak (rumput gajah, king grass dll), kulit pisang, uu jalar dll.
Vitamin B dapat dibentuk sepenuhnya di dalam tubuh hewan.
Vitamin C dibentuk sendiri oleh semua jenis hewan dewasa
Vitamin D akan dibentuk dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari.
6. Air

Air merupakan komponen sangat penting bagi kehidupan mahluk hidup. Tanpa air, kemungkinan tidak akan berlangsung kehidupan. Beberapa fungsi air, khususnya pada binatang ternak antara lain:

Air berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh.
Air berperan besar dalam membantu proses pencernaan.
Air berfungsi untuk mengeluarkan bahan-bahan tak berguna di dalam tubuh, baik dalam bentuk keringan, urine, maupun feses (80% air).
Air berfungsi sebagai pelumas persendian serta membantu mata untuk dapat melihat dengan jelas.
Pada umumnya komposisi tubuh hewan ternak lebih dari 50% terdiri dari air. Sebagian besar jaringan tubuh hewan ternak mengandung air sebanyak 70-90%. Mahluk hidup yang mengalami kekurangan air akan lebih cepat mati dari pada kekurangan pakan. Hal tersebut membuktikan bahwa peran air sangat vital bagi kehidupan. Oleh karena itu, peternak atau pembudidaya sapi harus betul-betul memperhatikan kebutuhan air pada ternak sapi peliharaannya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan air pada hewan ternak, antara lain jenis ternak, umur, ternak, suhu lingkungan, jenis pakan yang diberikan, volume pakan ternak yang diberikan, serta aktivitas yang dilakukan. Bagi sapi pekerja, kebutuhan airnya akan lebih tinggi daripada sapi potong.

Pada umumnya hewan ternak dapat mencukupi kebutuhan air dari air minum, air dalam nutrisi pakan serta air metabolik yang berasal dari glugosa, lemak dan protein. Bagi sapi pekerja dewasa, kebutuhan air minum yang harus disediakan kurang lebih 35 liter per hari, sedangkan bagi sapi dewasa lain cukup 25 liter per hari.

Analisa ekonomi ternak sapi potong/penggemukan.

Dengan memenuhi asupan nutrisi berimbang dalam pemberian pakan ternak sapi, berdasrkan pengalaman di Loka Penelitian Sapi Potong, Grati, Pasuruan, setiap hari berat badan ternak akan bertambah 0,7 kg atau 21 kg per bulan. Dengan harga jual rata-rata Rp 100.000,’ per kilogram berat badan, maka pendapatan peternak per bulan bisa mencapai Rp 2.100.000,- , setelah dikurangi dengan biaya produksi, khususnya untuk pakan sekitar Rp 400.000,-, maka keuntungan bersih yang dieterima peternak setiap bulan adalah Rp 1.700.000,- per ekor sapi. Jika peternak memelihara 5 ekor sapi, maka ‘gaji’ perbulannya adalah Rp 8.500.000,-.

Artinya untuk skala mikro dengan jumlah ternak dibawah sepuluh ekor saja, sebenarnya peternak sudah bisa hidup sejahtera. Namun yang terjadi pada saat ini, peternak masih belum memperhatikan pola nutrisi berimbang pada ternak mereka, umumnya mereka hanya memberikan ‘asupan’ pakan berupa rumput atau hijauan makanan ternak saja, sementara bahan pakan lain yang mengandung protein, vitamin dan mineral, kurang diperhatikan. Padahal, untuk bisa tumbuh sempurna, ternak juga butuh asupan pakan yang memenuh syarat gizi berimbang.

*) Kasi Layanan Informasi dan Media komunikasi Publik pada Dinas Kominfo Kabupaten Aceh Tengah dan Peminat Bidang Pertanian. InfoPublik.id

Friday, February 24, 2023

Semiotic System

 There are five semiotic systems. They are audio, gestural, linguistic, spatial, and visual.

Thursday, October 11, 2018

Do Does Did

Do, does, did merupakan Auxiliary verbs yang di gunakan dalam kalimat tanya. Secara umum, Do, Does, Did ini difungsikan dalam menanyakan kegiatan, maupun tindakan yang dilakukan seseorang. Do, does, did ini juga digunakan untuk mendapatkan jawaban diantara 2 pilihan, yaitu: “Yes/No”. Untuk menanyakan sesuatu hal, “Do” digunakan oleh “I, You, They, We”, “Does” digunakan oleh “She, He, It” untuk membentuk “Present Tense” dan “Did” digunakan oleh semua Pronouns “I, You, They, We, She, He, It” untuk membentuk kalimat “Past Tense”
Perhatikan contoh berikut ini dengan baik:


Do is an auxiliary verb that used as a helping verb to ask an asking also. Pronouns that use "Do" are I, You, They, We". Someone who asks with “do” will get the answer “Yes/No”.

Examples:
  • Do you know them?
  • Yes, I do
  • No, I do not

      • Do they understand the lesson?
      • Yes, they do
      • No, they don’t

        • Do we have to see your friend now?
        • Yes, we do
        •  No, we don’t

          • Do I have to wait for you here?
          • Yes, you do
          • No, you don't

          • Do I have to tell us the whole story clearly?
          • Yes, you do
          • No, you don’t

          • Does you mind if I stay here?
          • Yes, I do
          • No, I don’t

          • Do you miss me?
          • Yes, I do
          • No, I don’t

          • Do they tell you something?
          • Yes, they do
          • No, they do not

        Does is an auxiliary verb that used as a helping verb to ask an asking also. Pronouns that use "Does" are he, she, it. Someone who asks with “does” will get the answer “Yes/No”.

        Examples:
        • Does he know them?
        • Yes, he does

        Wednesday, January 27, 2016

        Activity for Teaching Personal Identification



        Personal Identification is the way how to know someone by asking some questions in a conversation. In introduction with someone, students should know how to make and give good questions those do not make them resentful. Teachers should have ways how to teach them making questions and how to answer question about Personal Identification.

        Activity
                 Teachers make a game to do conversation about Personal Identification. The game is made by using soft doll, questions, and answers.

        Steps
        1.       Teacher writes and makes many questions, and answers about Personal Identification.
        2.       Then, rolls the paper and make it into the doll.
        3.       Teacher asks students to make a circle.
        4.       The activity is the doll will be thrown to the students.
        5.       It is started from teacher.
        6.       The student who gets the doll must take a piece of paper from the doll.
        7.       Then, the student throws the doll to the other student that he/she wants.
        8.       The student must tell what the writing is.
        9.       Then, student who gets the doll will answer the question of the previous student if he/she got a question. And,
        10.   Asks the question of previous student if he/she got and answer.
        11.   Who has a wrong question or answer will sing in front of the class after game over.
        12.   Improving and conclusion will be given by teacher.